Padangsidimpuan, 26 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Karier Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yang dipimpin oleh bapak Dr. Abdul Nasser Hasibuan, SE., M. Si.,
Dalam laporannya, Kepala UPT Pengembangan Karier UIN Syahada Padangsidimpuan, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu program strategis UPT Pengembangan Karier dalam mempersiapkan mahasiswa tingkat akhir agar memiliki perencanaan yang matang setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dalam dalam menentukan langkah masa depan. Melalui kegiatan Workshop Studi Lanjut Mahasiswa dengan mengusung tema “Navigasi Masa Depan: Strategi Fokus Studi Lanjut dan Kompetensi Mahasiswa di Era AI dan Disrupsi Digital.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Aula Terpadu UIN Syahada Padangsidimpuan, dan diikuti oleh 110 mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir dari berbagai fakultas di UIN Syahada Padangsidimpuan.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Syahada Padangsidimpuan, Prof. Dr. Sumper Mulia Harahap, M.Ag., yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama. Dr. Ikhwanuddin Harahap, M.Ag dalam sambutannya, disampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, kemajuan teknologi, khususnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, pemerintahan, industri, hingga dunia usaha. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar tidak tertinggal oleh perubahan.
Ia juga menegaskan bahwa studi lanjut bukan sekadar memperoleh gelar akademik yang lebih tinggi, melainkan menjadi sarana memperluas wawasan keilmuan, memperkuat kapasitas riset, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, mahasiswa diminta mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik, kemampuan bahasa asing, maupun penguasaan teknologi digital.
Sebagai narasumber utama, Ahmad Afandi, S.E., M.E., yang merupakan Staf Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO), menyampaikan materi yang komprehensif mengenai pentingnya memiliki perencanaan studi lanjut dan pengembangan kompetensi di era digital.
Dalam paparannya, Ahmad Afandi menjelaskan bahwa perubahan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepat. Banyak jenis pekerjaan yang mulai tergantikan oleh otomatisasi dan kecerdasan buatan, sementara di sisi lain muncul berbagai profesi baru yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan analisis data, komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi lintas disiplin ilmu.
Ia menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Di era AI, yang menjadi pembeda bukan hanya siapa yang memiliki nilai akademik tinggi, tetapi siapa yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan inovasi. AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan menjadi alat yang akan membantu manusia bekerja lebih efektif apabila digunakan dengan baik,” jelas Ahmad Afandi.
Selain membahas tantangan era digital, narasumber juga memberikan berbagai strategi praktis kepada peserta mengenai persiapan melanjutkan studi, mulai dari menentukan program studi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan masa depan, memilih perguruan tinggi yang berkualitas, menyusun rencana karier akademik, hingga mempersiapkan diri untuk memperoleh berbagai peluang beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri.
Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun portofolio akademik sejak dini, seperti aktif mengikuti seminar ilmiah, menulis artikel, melakukan penelitian, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta memperluas jejaring profesional sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan mahasiswa, mulai dari peluang memperoleh beasiswa, tantangan studi lanjut di luar daerah maupun luar negeri, prospek lulusan pascasarjana, hingga bagaimana memanfaatkan teknologi AI secara tepat dalam proses belajar tanpa mengurangi integritas akademik.
Melalui sesi diskusi, peserta memperoleh banyak wawasan baru mengenai pentingnya menyusun perencanaan karier secara matang sejak masih berada di bangku kuliah. Narasumber juga memberikan motivasi agar mahasiswa tidak membatasi cita-cita mereka hanya pada jenjang pendidikan sarjana, tetapi terus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan yang lebih tinggi.
Kepala UPT Pengembangan Karier UIN Syahada menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas lulusan. Melalui sinergi antara penguatan kompetensi, pengembangan karier, dan dorongan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, diharapkan lahir generasi intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan masyarakat.
